Tuesday, October 25, 2011

LANDASAN - LANDASAN PENDIDIKAN

What's that???

Yup, landasan pendidikan. Apa itu landasan pendidikan?
Pendidikan sebagai proses kegiatan pemberdayaan peserta didik menjadi SDM yang beguna bagi dirinya sendiri, lingkungan, masyarakaat, bangsa, dan negara, bahkan untuk kehidupan manusia, harus dilandasi oleh nilai-nilai yang sesuai dengan hakikat manusia sebagai mahluk yang berbudi, yang diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, dan mahluk sosial budaya. So, pendidikan dalam proses pelaksanaannya paling tidak harus dilandasi nilai-nilai agama, filsafat, moral, dan hukum.
Well, let's find out here..

First, Landasan Agama:

Landasan agama ialah suatu unsur tentang pengalaman yang dipandang mempunyai nilai yang paling tinggi yaitu pengabdian kepada suatu kekuasaan yang diprcayai sebagai suatu yang menjadi asal mula segala sesuatu , lalu yang menambah dan melestarikan nilai - nilai serta sejumlah ungkapan yang sesuai dengan urusan pengabdian tersebut , baik dengan jalan melakukan upacara simbolis maupun melalui perbuatan yang bersifat perseorangan atau bersama - sama . 
pendidikan yang tidak dilandasi oleh agama itu seperti orang berjalan pincang , sama seperti ungkapan ilmu tanpa amal walaupun dia berpendidikan tinggi tapi jika landasan agamanya gak kuat maka dia dapat menyalah gunakan ilmu yang dimilikinya.misalnya seperti, "para koruptor"  (kayak judul lagu slank yahh.... hehehehe).
Allah SWT memberikan kuasa pada manusia itu untuk hidup menghidupi kehidupan yang diberikan padanya sebagai ciptaan Tuhan. Manusia memiliki kebebasan untuk mengembangkan dan memenuhi kebutuhannya, tapi bebas bukan dalam arti bebas yang tanpa batas, karena manusia harus hidup berdampingan dan saling membangun dengan manusia lainnya.
Agama sebagai landasan pendidkan, bukan hanya pada pendidikan formal mulai dari TK sampai PT, tapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat juga sebagai pendidikan nonformal. Karena seorang anak didik akan lebih banyak menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan keluarga dan masyarakat. So, walaupun dia mempunyai titel tetapi tidak dilandasi oleh nilai-nilai agama, maka tidak akan berguna untuk orang lain, bangsa dan negara.
Ideologi Indonesia, yaitu pancasila sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa. Hal ini berarti negara Indonesia menjamin setiap warga negara memeluk agama masing-masing sesuai dengan kepercayaan mereka, dan tidak memaksakan kehendak.
Setiap agama pasti baik, tidak agama yang mengajarkan tentang kejahatan. Kedudukan manusia sama di hadapan Tuhan.

Second, Landasan filasafat:

Filsafat berasal dari  kata yunani yang tersusun dari dua kata yaitu philos dan sophia. philos berarti cinta sedangkan sophia berarti kebijaksanaan dengan kata lain filsafat suatu kecintaan kepada kebijaksanaan. Landasan ini berkenaan dengan sistem nilai, yaitu pandangan seseorang tentang arti kehidupan, sehingga filsafat disebut juga sebagai pandangan hidup. Perbedaan pandangan dapat menyebabkan timbulnya perbedaan arah pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. So, dalam pelaksanaan pendidikan tidak dipakai pandangan hidup induvidu tetapi pandangan hidup bangsa untuk mencapi tujuan negara.
Filsafat mengkaji sesuatu secara radikal sampai seakar-akarnya, menyeluruh dan konseptual, yang menghasilkan konsep-konsep mengenai kehidupan dan dunia. Landasan filosofis terhadap pendidikan dikaji terutama melalui filsafat pendidikan, yang mengkaji pendidikan dari sudut filsafat. Misalnya mungkinkah pendidikan diberikan kepada manusia, apakah pendidikan bukan merupakan keharusan, mengapa? Kemungkinan pendidikan diberikan kepada manusia bahkan harus diberikan, berkaitan dengan pandangan mengenai hakikat manusia. Bahasan mengenai hakikat manusia itu, dapat dijawab melalui kajian filosofis. Pendidikan itu mungkin diberikan dan bahkan harus, karena manusia adalah makhluk individualitas, makhluk sosialitas, makhluk moralitas, makhluk personalitas, makhluk budaya, dan makhluk yang belum jadi. Essensialisme, perenialisme, pragmatisme, progresivisme, rekonstruksionalisme, dan pancasila adalah merupakan aliran-aliran filsafat yang mempengaruhi pandangan, konsep dan praktik pendidikan.

1)Essensialisme
Essensialisme merupakan aliran atau mazab pendidikan yang menerapkan filsafat idealisme dan realisme secara eklektis. Mazab ini mengutamakan gagasan-gagasan yang terpilih, yang pokok-pokok, yang hakiki ( essensial ), yaitu liberal arts. Yang termasuk the liberal arts adalah bahasa, gramatika, kesusasteraan, filsafat, ilmu kealaman, meatematika, sejarah dan seni.

2)Perenialisme
Perenialisme hampir sama dengan essensialisme, tetapi lebih menekankan pada keabadian atau ketetapan atau kehikmatan ( perennial = konstan ). Yang abadi adalah (1) pengetahuan yang benar, (2) keindahan, dan (3) kecintaan kepada kebaikan. Prinsip-prinsip pendidikannya: (1) pendidikan yang abadi, (2) inti pendidikan mengembangkan keunikan manusia yaitu kemampuan berfikir, (3) tujuan belajar mengenalkan kebenaran abadi dan universal, (4) pendidikan merupakan persiapan bagi hidup yang sebenarnya, (5) kebenaran abadi diajarkan melalui pelajaran dasar, yang mencakup bahasa, matematika, logika, IPA dan sejarah.
 
3)Pragmatisme dan Progresivisme
Pragmatisme mazab filsafat yang menekankan pada manfaat atau kegunaan praktis. Progredivisme mazab filsafat yang menginginkan kemajuan, mengkritik, essensialisme dan perenialisme karena mengutamakan pewarisan budaya masa lalu, menggunakan prinsip pendidikan antara lain (1) anak hendaknya diberi kebebasan, (2) gunakan pengalaman langsung, (3) guru bukan satu-satunya, (4) sekolah hendaknya progresif menjadi laboratorium untuk melakukan berbagai pembaharuan pendidikan dan eksperimentasi.

4)Rekonstruksionisme
Mazab rekonstruksionisame merupakan kelanjutan dari progresivisme. Mazab ini berpandangan bahwa pendidikan/ sekolah hendaknya memelopori melakukan pembaharuan kembali atau merekonstruksi kembali masyarakat agar menjadi lebih baik. Karena itu pendidikan/sekolah harus mengembangkan ideologi kemasyarakatan yang demokratis.

5)Pancasila
Bahwa pancasila merupakan mazab filsafat tersendiri yang dijadikan landasan pendidikan, bagi bangsa Indonesia dituangkan dalam Undang-undang pendidikan yang berlaku. UU No. 2 tahun 1989 tentang Sisdiknas (akan segera diubah ) mengaturnya dalam pasal 2, pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Demikian pula dalam GBHN-GBHN yang pernah dan sedang berlaku, biasa ditetapkan dasar pendidikan pancasila ini.

Third, Landasan sosiologi:

Pendidikan berlangsung karena ada interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Interaksi ini terjadi dalam situasi yang formal, yaitu dalam proses belajar mengajar di kelas, maupun dalam proses yang kurang formal seperti interaksi waktu istirahat, dan acara-acara di sekolah. Peserta didik juga harus memiliki rasa kebersamaan khususnya dalam menjaga kelestarian sekolah termasuk fasilitas, sarana, dan prasarana.
Manusia selalu hidup bersama dengan manusia lain. Kajian-kajian sosiologis telah dikemukakan pada waktu membahas hakikat masyarakat. Masyarakat dengan berbagai karakteristik sosiokultural inilah yang juga dijadikan landasan bagi kegiatan pendidikan pada suatu masyarakat tertentu. Bagi bangsa Indonesia, kondisi sosiokultural bercirikan dua, yaitu secara horisontal ditandai oleh kesatuan-kesatuan sosial sesuai dengan suku, agama adat istiadat dan kedaerahan. Secara vertikal ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan pola kehidupan antara lapisan atas, menengah dan bawah. Fenomina-fenomina sosial dan struktur sosial yang ada pada masyarakat Indonesia sangat berkaitan dengan pendidikan

Fourth, Landasan hukum:
hukum adalah keseluruhan aturan yang mengkikat dan mengatur hubungan komplek antara manusia didalam kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakan keharusan bagi manusia. Pendidikan adalah suatu kebutuhan hidup yang menjadi hak manusia yang harus dilindungi. Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, jadi dalam penyelenggaraan pendidikan diperlukan ketentuan hukum dan peraturan oleh pemerintah. Penyelenggaraan pendidikan harus didasarkan pada landasan hak asasi manusia dan undang-undang yang berlaku. Landasan hukum dalam proses pelaksanaan pendidikan nasional bagi masyarakat adalah Pancasila dan UUD 1945 serta ketetapan MPR.

Fifth, Landasan moral:

Tinggi rendahnya kualitas manusia terhadap lingkungannya, sangat dipengaruhi oleh etika dan moral yang melekat pada diri manusia yang bersangkutan. So, landasan yang sebelumnya telah kami bahas merupakan suatu sistem yang terpadu, yang pada dasarnya merupakan satu kesatuan.
Manusia yang ingin hidup damai, aman, nyaman, dan sejahtera, modal dasarnya adalah moral yang melekat pada dirinya. Menjadi orang yang dewasa dan berakhlak mulia, bukan merupakan suatu proses yang mudah. Butuh perjuangan untuk mendapatkannya.
Penanaman, pemeliharaan, dan pembinaan moral pada diri seseorang, tidak dilakukan dalam waktu yang singkat, tapi harus dimulai sejak dini sampai sepanjang umur dengan cara yang berkesinambungan.

Oleh : Anissa Rahmadini , Dessy Rilma Susanti Nst, Handriyani Milladya G, Isma Nasution, Putri Hawa Lubis (Kel VII)