A. Pengertian Peserta Didik
Peserta didik adalah setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di didik. Sesuai dengan fitrahnya manusia adalah makhluk berbudaya, yang mana manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak mengetahui apa-apa dan ia mempunyai kesiapan untuk menjadi baik atau buruk.
Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.
Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.
Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.
Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain :
1). Aspek Pedagogis
Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dresser. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan.
2). Aspek Sosiologi dan Kultural
Menurut ahli sosiologi, pada perinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat.
3). Aspek Tauhid
Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama).
Ada beberapa pandangan mengenai Hakikat Peserta Didik Sebagai Manusia yaitu:
- Pandangan Psikoanalitik : Beranggapan bahwa manusia pada hakiktanya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instingtif.
- Pandangan Humanistik : Berpendapat bahwa manusia memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya ketujuan yang positif. Oleh karenanya dikatakan bahwa manusia itu selalu berkembang dan berubah untuk menjadi pribadi yang lebih maju dan sempurna
- Pandangan Martin Buber : Berpendapat bahwa hakikat manusia tidak dapat dikatakan ini atau itu. Manusia merupakan suatu keberadaan yang berpotensi, namun dihadapkan pada kesemestaan alam, sehingga manusia itu terbatas.
- Pandangan Behavioristik : Pada dasarnya menganggap bahwa manusia spenuhnya adalah makhluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor yang datang dari luar.
C. Defenisi Pendidikan
Pendidikan adalah usaha membantu menyadarkan anak tentang potensi yang ada pada,membantu mengem,bangkan potensi seoptimal mungkin,memberikan pengetahuan dan keterampilan,memberikan latihan-latihan,memotivasi untuk terlibat dalam pengalaman-pengalaman yang berguna,mengusahakan lingkungan yang serasi dan kondusif untuk belajar,mengarahkan bila ada penyimpangan,mengolah mata pelajaran sehingga peserta didik bernafsu untuk menguasainya,mengusahakan alat-alat,meningkatkan intensitas proses pembelajaran. Pendidikan menyediakan alternatif,pilihan,begitu peserta didik telah memutuskan untuk memilih satu alternatif,pendidikan siap membantu,siap merangsang dan menjauhkan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya proses pendidikan.Aktivitas dimaksudkan untuk membantu peserta didik mengembangkan dirinya sendiri sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Sasaran aktivitas yang dilakukan adalah peserta didik yang berarti bahwa peserta didiklah yang menentukan bentuk dan arah kegiatan yang dilakukan.
Dalam proses pendidikan harus disadari bahwa peserta didik bukan manusia dewasa dalam bentuk jasmani kecil,akan tetapi peserta didik memang manusia yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan potesi yang dimiliki. Kemampuan berpikir,merasa,menganalisa,mengmukakan pendapat,berbahasa,sosial memang masih belum berkembang,masih memerlukan bantuan dari luar dirinya untuk mewujudkannya. Karena itu pendidikan harus dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat aktif dan kreatif,jangan menggurui dalam suasana kaku. Peserta didik harus merasakan suasana yang menyenangkan yang dilandasi rasa kasih sayang dan penuh dengan tantangan atau motivasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan segala potensi dan bakat yang dimiliki. Disamping itu,perlu disadari dalam pelaksanaan proses pendidikan bahwa masing-masing peserta didik memiliki pribadi-pribadi yang membedakan dirinya satu dengan yang lainnya,tidak ada dua individu yamg sama.
Pembinaan yang dilakukan terhadap peserta didik dalam pendidikan harus memperhatikan masing-masing individu peserta didik. Memperhatiakan perbedaan masing-masing individu peserta didik,tidak ada dua yang sama,maka seyogianya pendidikan sebaliknya dilakukan secara individual,akan tetapi hal ini sangat sulit dilakukan dengan pertimbangan beberapa hal. Karena itu dalam praktek pelaksanaan pendidikan sebaiknya disadari setiap pelaksana pendidikan sebagai berikut :
- Subyek didik atau peserta didik memiliki potensi dan kebutuhan,baik fisik maupun psikologis yang berbeda-beda sehingga masing-masing subyek didik merupakan manusia yang unik.
- Subyek didik memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi.
- Subyek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan hidupnya.
- Subyek didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan belajar sepanjang hayat seperti yang sering kita dengar “tuututlah ilmu dari buaian sampai keliang lahat” maksudnya tuntutlah ilmu itu dari kamu dilahirkan sampai akhir hidup mu.
